Tumor dan kanker, apakah berbeda?

Sel-sel di dalam tubuh kita memiliki keteraturan yang luar biasa. Mereka tahu kapan harus memperbanyak diri, kapan harus mati, kapan harus berubah menjadi sel lain, kapan harus menghancurkan diri, dan lain sebagainya. Tujuannya satu, menjaga tubuh berada dalam fungsi yang optimal. Keteraturan ini Allah tuliskan dalam manuscript biologis yang disebut gen. Ya, gen adalah sekumpulan molekul dalam tubuh yang menjadi blue print setiap mahluk hidup. Gen lah yang mengatur seseorang memiliki mata bulat atau sipit, rambut ikal atau lurus, tinggi atau pendek, mancung atau pesek, hitam atau putih, dan sebagainya. Setiap mahluk hidup diatur secara detil dengan berpedoman susunan gen nya masing-masing.shutterstock_134698571.0

Dalam perjalanan kehidupan, informasi genetik yang tersimpan dalam setiap inti sel tubuh dapat terganggu. Penyebabnya beragam, bisa radiasi (ultraviolet, radioaktif, dsb), infeksi virus, obat-obatan, makanan, polusi, atau penyebab lain yang tidak diketahui. Gen yang mengalami gangguan disebut mengalami mutasi, penyebabnya disebut mutagen, dan penderitanya dinamakan mutant. Akibat mutasi ini bervariasi, tergantung bagian mana dari gen tersebut yang mengalami gangguan. Hebatnya lagi, Saya tidak pernah berhenti terkagum-kagum akan kekuasaan Allah, ternyata sel tubuh kita mampu memperbaiki kerusakan gen yang terjadi, kalau pun tidak dapat diperbaiki maka sel tersebut tidak akan berkembang dan diprogramkan untuk mati. Namun, kemampuan self repair ini pun ada batasnya. Ada kondisi dimana mutasi yang terjadi pada gen pengatur usia sel. Akibatnya sel tersebut tidak pernah mati dan bahkan terus membelah menjadi banyak!! Inilah dasar terbentuknya tumor, sel kehilangan kemampuan untuk mengatur perkembangannya, terus membelah, dan dapat mengganggu sel-sel sekelilingnya. Lebih lanjut lagi, sel-sel tumor tersebut dapat menyebar ke organ lain dan memiliki sifat yang sama, sebagai sel tumor (metastasis.red).

Tumor adalah pertumbuhan berlebih dari sel-sel dalam tubuh yang bisa terjadi di manapun. Pertumbuhan yang berlebihan ini seringkali bermanifestasi sebagai benjolan. Maka, tumor adalah sebutan umum untuk benjolan yang abnormal. Kutil pun masuk dalam kategori tumor. Permasalahan berikutnya adalah menentukan, apakah tumor tersebut jinak atau ganas. Tumor jinak cenderung tidak bertambah besar, lokal, dan tidak menyebar ke organ lain. Sebaliknya tumor ganas, atau yang disebut kanker, sifatnya progresif, destruktif, dan dapat menyebar ke berbagai organ dalam tubuh. Sampai disini semoga Anda bisa memahami perbedaan tumor dan kanker.

Cells-forming-tumour-labelled_tcm9-45561

Bagaimana mengetahui suatu tumor bersifat jinak atau ganas? Meskipun secara klinis keduanya memiliki perbedaan seperti yang Saya sebutkan sebelumnya, untuk memastikannya tetap memerlukan pemeriksaan Histopatologi. Jaringan tumor diambil sedikit, melalui berbagai mtode, untuk kemudian diperiksa dibawah mikroskop atau dengan penanda lain oleh seorang ahli Patologi Anatomi. Dari situlah dapat ditentukan apakah tumor tersebut jinak atau ganas.

Kenapa harus dibedakan? Kenapa tidak diangkat saja semua dan dibuang? Tumor jinak, karena sifatnya yang tidak invasif, sebagian besar dapat langsung diangkat tanpa gejala sisa. Namun, berbeda pada kasus kanker, pasien harus diketahui dulu stadium dan jenis kanker nya, barulah pengobatan dapat ditentukan. Apabila kanker diangkat begitu saja, maka perkembangannya akan semakin cepat dan kondisi pasien akan semakin cepat memburuk. Apa itu stadium? Stadium adalah pengelompokan kanker berdasarkan perkembangannya (kondisi awal atau lanjut), terdiri atas stadium I, II, III, dan IV. Perbedaan stadium ini selain dalam hal terapi juga dalam hal prognosis (survival/kesintasan/kemungkinan hidup dalam 5-10 tahun kedapan). Semakin awal stadium kanker maka prognosisnya semakin baik. Bagaimana cara menentukan stadium? Tentunya dengan pemeriksaan dokter, radiologis, dan laboratorium (beberapa). Penanda tumor sampai saat ini tidak bisa menjadi alat diagnosis kanker, kecuali untuk kanker prostat. Selebihnya kanker harus diidentifikasi secara benar dan lengkap.

Permasalahan saat ini di Indonesia, sebagian pasien kanker datang dalam stadium yang sudah lanjut, karena kanker pada stadium-stadium awal sering tidak bergejala. Memang tidak semua kanker sudah memiliki cara deteksi dini yang handal. Sampai saat ini yang sudah dikenal adalah pap smear untuk deteksi kanker leher rahim. Beberapa yang bisa dianjurkan seperti pemeriksaan payudara berkala untuk kanker payudara, dan endoscopy saluran cerna untuk kanker usus besar. Selebihnya, sering kali ditemukan secara kebetulan. Hmmmm…sulit ya. Lalu bagaimana? Saya mungkin akan menekankan pentingnya medical check up berkala, sambil berkonsultasi dengan dokter. Tidak perlu terlalu sering, bisa 6 bulan atau 1 tahun sekali, terkecuali bila ada keluhan-keluhan tertentu ya silahkan. Berikutnya mungkin peningkatan kewaspadaan, terutama pada mereka dengan riwayat keluarga penderita kanker. Faktor genetik memang berperan dalam terjadinya kanker, namun tidak menjadi satu-satunya penyebab. Anda yang memiliki orang tua penderita kanker payudara, secara genetik mungkin memang bisa saja terkena penyakit yang sama. Oleh sebab itu, rutinlah melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Terakhir, karena penyebab kanker adalah multifaktor, maka tetap menjadi kewajiban kita untuk menjaga pola hidup sehat, menghindari mutagen-mutagen (rokok, alkohol, polusi, ultraviolet, obat-obatan, dsb). Jadi, meskipun Anda secara genetik memiliki riwayat kanker, tidak serta merta anda pasti terkena kanker. Itu semua tergantung dari faktor-faktor lain seperti besarnya paparan mutagen, kondisi tubuh, dan lainnya.

Ada beberapa cara mengobati kanker, tentunya tergantung dari stadium dan jenisnya, yaitu pembedahan, radiasi, kemoterapi, atau gabungan antara ketiganya. Pilihan terapi juga tergantung dari kondisi pasien setelah menimbang-nimbang risiko serta manfaatnya. Apakah kanker bisa sembuh? Hmm…lagi-lagi, pertanyaan klasik. Bisa saja, tergantung dari jenis dan stadiumnya. Namun kebanyakan pasien kanker, karena sudah datang dalam stadium lanjut (III atau IV) maka kemungkinan sembuhnya kecil. Tujuan pengobatan kanker bisa dibagi menjadi kuratif atau paliatif. Kuratif artinya masih ada kesempatan untuk sembuh dan bebas dari penyakit. Tetapi jangan salah, meskipun secara statistik epidemiologi kanker stadium awal bisa saja sembuh, namun kita tidak bisa yakin 100%, karena kemungkinan untuk relaps tetap ada. Maka bagi Anda yang pernah dikatakan sembuh dari kanker, tetaplah memeriksakan diri secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter, agar dapat mendeteksi secara dini bila terjadi relaps. Tujuan pengobatan kedua adalah paliatif, dimana kita tahu bahwa penyakit ini tidak akan bisa hilang, maka target pengobatannya adalah membuat pasien senyaman mungkin dan memiliki kualitas hidup sebaik mungkin yang bisa diusahakan.

Kemana saya harus berobat? Gejala kanker sangat beragam, anda bisa datang ke berbagai dokter umum maupun spesialis, bahkan mungkin dokter gigi. Namun, kemana pun Anda berobat, yang harus diingat adalah tidak ada satu jenis spesialis pun yang bisa menangani kanker sendirian. Kanker adalah penyakit multidisiplin, maka dokter yang merawatnya pun harus berupa tim dimana didalamnya terdapat dokter ahli hematologi-onkologi, dokter bedah, dokter radiologi, dokter kejiwaan, dokter patologi, perawat, dan siapapun yang dibutuhkan. Inilah yang masih menjadi kelemahan di Indonesia, dimana kanker masih ditangani secara individual. RS Dharmais adalah salah satu tempat yang Saya pikir cukup baik dalam penanganan kanker, karena semua bekerja dalam tim atau kelompok kerja. Sehingga penatalaksanaan pasien menjadi lebih optimal. Kita harapkan kedepannya, penanganan kanker di Indonesia bisa lebih “rapih” dan maju, buka hanya dari segi pengobatan, tapi mungkin juga dari segi edukasi, deteksi dini, dan pencegahan.1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s