Apa itu penyakit Autoimun?

Anda pernah mendengar “Autoimmune”, atau dalam bahasa Indonesia autoimun? Sistem imunitas adalah salah satu sistem organ yang ada di dalam tubuh kita. Sistem ini dibangun oleh berbagai komponen sel, molekul, dan organ seperti sel darah putih (leukosit), antibodi, sitokin, dan sebagainya yang tidak perlu Saya jelaskan satu persatu. Sistem ini sangat penting dalam menangkal masuknya partikel-partikel asing ke dalam tubuh, baik itu partikel biologis (bakteri, virus, jamur, parasit), fisik, maupun kimia. Sistem imun, dengan hebatnya, akan mengetahui mana yang bukan merupakan bagian tubuh normal, menangkapnya, menghancurkannya, dan menyingkirkannya. Terdengar seperti security ya…

Pada beberapa orang yang “tidak beruntung”, sistem imun ini mengalami gangguan sehingga, dalam pekerjannya, dia akan merusak tubuh orang itu sendiri. Gangguannya bisa dalam berbagai bentuk, seperti munculnya antibodi-antibodi yang merusak sel normal, atau kelainan pada sel tubuh normal yang kemudian disalah tafsirkan oleh sistem imun tubuh sebagai komponen asing sehingga dihancurkan, atau mungkin kegagalan sistem imun dalam membuang hasil “tangkapannya” sehingga mengendap dalam organ tubuh dan akhirnya juga menimbulkan kerusakan.

Berbagai penyakit muncul sebagai manifestasi kelainan autoimun tersebut (ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun), diantaranya yang cukup sering dikenal seperti Lupus atau SLE (systemic lupus erithemathosus), RA (rheumatoid arthritis), RHD (rheumatic heart disease) beberapa jenis vaskulitis, penyakit Grave’s, myasthenia gravis, atau IBD (inflammatory bowel disease). Gejalanya juga berbeda untuk setiap penyakit autoimun dan tergantung beratnya proses peradangan. Dibawah ini adalah contoh gejala SLE dan RA (gambar tangan.red)

malar-rash
buterfly rash pada penderita SLE
The_symptoms_of_lupus_to_looks_out_for
gejala-gejala yang dapat muncul pada SLE
17130
salah satu tanda RA

Mengapa bisa sampai ada orang-orang yang “tidak beruntung” dan terkena penyakit autoimun ini? Beberapa sudah jelas seperti akibat infeksi atau genetik (keturunan), namun sebagian besar masih berupa teori. Entah mengapa, sebagian besar penyakit autoimun ini diderita oleh wanita. Apakah bisa dicegah? Beberapa penyakit autoimun bisa dicegah, terutama yang disebabkan oleh infeksi seperti RHD. Namun SLE, RA, dan sebagian besar penyakit autoimun lain masih belum ada pencegahannya. Apa obatnya? Tergantung dari jenis penyakitnya, apabila yang dominan adalah peradangan akibat sistem imunnya, maka obatnya adalah anti radang dan penekan sistem imun (paling banyak). Ada pula penyakit autoimun yang menyebakan peningkatan kadar hormon gondok (tiroid.red), maka obatnya adalah anti hormon. Apakah pengobatannya aman? Setiap pengobatan di dunia ini ada efek sampingnya, ada manfaat dan ada risiko. Bahkan obat sakit kepala pun ada risiko efek sampingnya. Apalagi obat-obatan yang lebih keras seperti penekan sistem imun. Obat-obatan tersebut memiliki efek sistemik, artinya sistem imun seluruh tubuh akan ikut ditekan, akibatnya pasien menjadi rentan terkena infeksi dari luar. Efek samping lain tergantung dari masing-masing obat. Lalu bagaimana? Begini, prinsip dalam mengobati adalah menimbang-nimbang manfaat dan kerugian, kemungkinan manfaat dan kemungkinan efek samping. Apabila manfaat yang didapatkan bisa lebih besar, meskipun obat tersebut memiliki efek samping maka jalanilah. Tetapi bila manfaatnya lebih kecil, maka jangan. Mudahnya seperti ini, pasien autoimun yang diobati maka penyakitya akan mereda, terkontrol, dia bisa sekolah, bekerja, berprestasi bahkan. Lalu bagaimana denan efek sampingya? Ya kita harus mencegahnya, pakailah masker, jaga higienitas makanana, cuci tangan, dan ada obat-obat lain untuk mencegah efek sampingnya. Bandingkan jika tidak diobati, pasien mungkin tidak turun daya tahan tubuhnya, tidak perlu minum obat, tapi penyakitnya aktif terus, tidak bisa beraktifitas, tdak bisa bersekolah, tidak bisa mencari nafkah. Pilih yang mana? Prinsip ini yang selalu kita gunakan dalam memilih pengobatan. Saya garis bawahi lagi, TIDAK ADA pengobatan TANPA risiko efek samping. Jangan terbuai iming-iming pengobatan yang katanya non-kimiawi. Sadarilah setiap komponen di kehidupan ini semuanya ada unsur kimia nya. Manusia membuat obat agar zat kimia tersebut dapat terukur kadarnya, dapat tepat kerjanya sesuai dengan penyakit yang diderita.

Apakah bisa sembuh? Hmmm…pertanyaan klasik yang sering ditanyakan pasien. Bisa, karena kesembuhan adalah ranah Tuhan, bukan karena dokter atau obat-obatan. Namun, proses pengobatan penyakit autoimun ini memakan waktu yang lama, rutin setiap hari, dan sering disertai fase kambuh (eksaserbasi). Sehingga, seringkali pasien autoimun pada akhirnya akan mengonsumsi obat-obatannya seumur hidup, meskipun pada dosis kecil.

Pengobatan penyakit autoimun tidak seperti mengobati batuk pilek atau sakit kepala dimana setelah keluhan hilang lalu berhenti. Jika itu dilakukan, maka hampir pasti penyakitnya akan kambuh dan mungkin dengan gejala yang lebih berat serta pengobatan yang lebih sulit. Tujuan pengobatan pasien autoimun adalah mengontrol sebaik mungkin agar tidak terjadi kekambuhan. Biasanya dimulai dengan dosis besar di awal, dipertahankan, lalu diturunkan perlahan. Proses ini bisa memakan waktu tahunan dan berulang-ulang bila terjadi kekambuhan. Lalu bagaimana? Pada prinsipnya pasien autoimun yang terkontrol dapat beraktifitas seperti orang pada umumnya. Jadi, berobatlah dan bersabarlah, jangan jadikan penyakit ini sebagai hendaya untuk beraktifitas dan mencapai cita-cita. Dapatkan informasi yang benar, bisa dari dokter, literatur, atau sesama penderita. Saat ini banyak perkumpulan penderita-penderita penyakit autoimun sehingga dapat saling menguatkan satu sama lain.

051602400_1431252919-Hari-Lupus-3.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s